Tingkat Kepuasan Masyarakat Akan Kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo Meningkat
Politik,Tsabangnews.com_Hasil riset Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dirilis di Jakarta pada Senin, menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menguat dalam beberapa bulan terakhir.
Tren kenaikan itu terlihat sejak periode Oktober 2022, Desember 2022, Februari 2023, sampai April 2023.
Dilansir dari laman berita Antara, senin (8/5/2023) Direktur SPIN Igor Dirgantara saat menjelaskan hasil survei di Jakarta, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf pada April 2023 mencapai 69,8 persen dari 1.230 responden.
Tingkat kepuasan itu naik dari angka pada survei beberapa bulan sebelumnya yaitu pada Februari 2023 (65,7 persen), Desember 2022 (62,1 persen), dan Oktober 2022 (58,9 persen). Sentimen positif yang terus naik trennya terhadap kinerja pemerintahan selain didorong oleh kinerja Presiden Jokowi, juga diduga berasal dari kinerja jajaran para menterinya.
Terlepas dari hasil itu, dari hasil survei SPIN menunjukkan ada 14,6 persen responden yang mengaku belum puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, oleh karena itu, SPIN meneliti kementerian yang dinilai kinerjanya konkret.
Hasilnya, Kementerian Pertahanan menempati urutan pertama dengan perolehan 16,8 persen suara responden, kemudian diikuti Kementerian Sosial (14,2 persen), dan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (8,2 persen).
Kemudian, Kementerian Perhubungan menempati urutan ketiga dengan perolehan 8,2 persen, diikuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada urutan keempat 5,8 persen.
Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi menempati urutan kelima dengan perolehan masing-masing 4,8 persen.
Walaupun demikian, masih ada responden yaitu 3,9 persen dari mereka yang menilai kementerian belum menunjukkan kinerja konkret.Menurut Direktur SPIN margin of error hasil survei lembaganya kurang lebih 2,8 persen.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan