KKG PJOK SD Bangka Selatan Gelar Pelatihan Sports Massage, Reposisi Cedera, dan Kinesiotaping
Tsabangnews.com,_Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Bangka Selatan mengikuti Workshop Sports Massage, Reposisi Cedera, dan Kinesiotaping. Toboali, (8/5/2025)
Dengan menghadirkan narasumber pemateri berpengalaman, yakni Bapak Muhammad Yazid, M.Pd., kegiatan yang digelar di Gedung Sekretariat KONI Bangka Selatan ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Mei 2025.
Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para peserta Workshop yang terdiri dari 48 guru PJOK sekolah dasar se Kabupaten Bangka Selatan.
Workshop yang merupakan inisiatif dari Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK SD Wilayah II, yang diketuai oleh Hoirul Budiman, S.Pd. bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK dalam menangani cedera olahraga di lingkungan sekolah serta memperkenalkan teknik kinesioterapi modern seperti kinesiotherapy taping.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap para guru tidak hanya mampu menanggulangi cedera ringan yang terjadi di lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan tambahan yang bisa menjadi sumber penghasilan sampingan,” ujar Hoirul Budiman.
Usai kegiatan, Ketua pelaksana kegiatan, Hirmawan, S.Pd., kepada Tsabangnews.com menyampaikan bahwa antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi.
“Selama tiga hari pelatihan, semangat dan rasa ingin tahu para guru luar biasa. Mereka aktif berdiskusi, mencoba teknik langsung, dan berkomitmen untuk terus belajar.”
Ia juga menjelaskan, bahwa kegiatan ini turut didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, serta diikuti oleh guru-guru PJOK dari K3S Toboali, Lepar, Tukak Sadai, dan perwakilan dari KKG PJOK Air Gegas.
Sementara, Martono, S.Pd., Gr., Ketua KKG Wilayah I Air Gegas, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam kolaborasi ini. “Ini bukan hanya pelatihan, tapi juga sarana refleksi pembelajaran. Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi guru, tetapi juga berdampak positif bagi peserta didik.”ungkap Martono.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga di wilayah Bangka Selatan, khususnya di Kecamatan Toboali, pelatihan ini dinilai sangat relevan. Minimnya tenaga terampil dalam bidang reposisi cedera dan sport massage menjadi peluang yang dapat diisi oleh guru-guru PJOK yang kompeten.
Workshop ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun SDM pendidikan olahraga yang unggul di Bangka Selatan. Ke depan, KKG PJOK berkomitmen untuk terus mengadakan pelatihan serupa guna memperkuat profesionalitas guru dan meningkatkan mutu pembelajaran PJOK di sekolah dasar. (red/rev)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan